Itoermilanisti's Weblog

Just another WordPress.com weblog

BELUM SAATNYA……

Bagai disambar petir di siang bolong, AC Milan begitu tercengang ketika musim lalu mereka dipastikan gagal lolos ke Liga Champions. Mengetahui kenyataan itu Milan segera berbenah. Mereka tak ingin hal tersebut terulang di musim 2008-09. Tak tanggung-tanggung target yang dicanangkan petinggi Milan pun tidak main-main, Juara Serie-A dan Piala UEFA.

Memasuki pekan ke-13, satu ambisi Milan mulai menemui titik terang. Sekarang Milan bercokol di peringkat 2, bahkan di pekan ke-10 Milan sempat mencicipi posisi puncak. Ini merupakan pencapaian terbaik Milan dalam beberapa musim terakhir sejak musim 2003-04. Maka tak mengherankan jika banyak kalangan yang berpendapat bahwa musim ini Milan akan merebut scudetto meskipun ada saudara mudanya.

Cukup menarik melihat peluang Milan untuk menjuarai Serie-A musim ini. Jika dibandingkan dengan musim 2003-04 ketika Milan meraih Scudetto yang ke-17, apa yang diraih Milan saat ini tak lebih baik dari musim tersebut. Pada musim tersebut, hingga pekan ke-13 Milan mampu mengumpulkan 33 poin (10 menang 3 seri) sedangkan sekarang Milan hanya mampu memetik 27 (8 menang 3 seri 2 kalah) meskipun sama-sama menempati peringkat ke-2. Dari segi produktivitas golpun Milan 2003-04 masih lebih baik daripada Milan sekarang. Total saat itu Milan mampu mencetak 23 gol dan kemasukan 5 gol sedangkan sekarang Milan hanya mampu mencetak 19 gol dan kemasukan 10 gol.

Dari data tersebut, sebenarnya peluang Milan untuk menjuarai Serie-A cukup besar. Sejak 2 kekalahan beruntun pada awal Musim, Milan tak terkalahkan sampai sekarang termasuk dalam partai derby melawan pimpinan klasemen, Inter. Selain itu saat ini Milan adalah tim terbaik ketiga dalam hal kebobolan. Maklum saja, di Serie-A berlaku mitos bahwa sang peraih scudetto adalah tim dengan jumlah kebobolan sedikit. Selain itu karena hanya berlaga di Piala UEFA, praktis Milan memiliki keunggulan dalam hal konsentrasi jika dibandingkan rival-rivalnya.

Namun ada satu hal yang harus diwaspadai oleh Milan jika ingin tetap bereda di trek lurus menuju tahta Serie-A, yaitu konsistensi. Yup, ini adalah masalah klasik Milan sejak beberapa musim lalu. Selain itu perlu diingat bahwa pada paruh musim nanti ada seorang David Beckham. Ini menjadi sebuah dilema tersendiri, meskipun memiliki kualitas yang tinggi namun sosok Beckham sebagai seorang bintang besar bakal melahirkan masalah tersendiri. Kehadiran Beckham rawan menimbulkan friksi-friksi di tubuh skuad Milan yang bisa memecah konsentrasi untuk merebut scudetto. Apalagi keberadaan Beckham pasti mmbuat tempat latihan Milan disesaki oleh paparazzi yang cukup mengganggu kegiatan latihan.

Melihat beberapa kemungkinan yang ada, tampaknya musim ini bukan saatnya Milan untuk mengangkat trofi Serie-A meskipun peluang bagi Milan masih terbuka cukup lebar. Mungkin musim ini akan menjadi awal dari kesuksesan yang bakal diraih Milan di musim-musim mendatang.   Demi mewujudkan target tersebut, managemen Milan meminjam mantan anak emasnya, Andriy Shevchenko, memanggil kembali sang anak hilang Marco Boriello, membajak punggawa Arsenal Mattew Flamini, hingga membeli sang megabintang Ronaldinho.

26 November 2008 - Ditulis oleh itoermilanisti | Uncategorized | | No Comments Yet

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar