(NOT) LIKE BAYERN
![]()
NOT (LIKE) BAYERN AC Milan, klub yang pada beberapa bulan yang lalu dinobatkan menjadi klub terbaik di dunia, kini posisinya bagaikan telur diujung tanduk. Pasalnya sampai saat ini Milan belum memastikan diri menjadi peserta Liga Champions pada musim depan setelah posisinya di klasemen sementara masih di peringkat 5. Sungguh menjadi suatu ironi jika pada akhirnya Milan tak mampu lolos ke Liga Champions mengingat bahwa Liga Champions merupakan habitat Milan. Ada banyak kontrofersi mengenai peluang Milan untuk lolos ke Liga Champions musim depan. Namun jika melihat jadwal 11 partai sisa kedepan, sesungguhnya Milan tidklah diuntungkan. Selai Roma yang harus dihadapi pada pekan ini, masih ada Juventus (pekan 33) dan Inter (pekan 36) yang menghadang mereka. Apalagi Milan hanya mampu mencuri 1 poin dari mereka pada paruh pertama. Bandingkan dengan Fiorentina yang hanya akan menghadapi Inter (pekan 33). Ada fakta menarik mengenai Milan, jika pada paruh pertama Milan begitu inferior ketika bermain di San Siro, namun sejak pekan ke 18 Milan mulai menunjukkan tajinya. Faktanya sejak mampu mengalahkan Napoli 5-2 di kandang sendiri, Milan mampu menang 3 kali, seri 2 kali, dan tidak pernah kalah (termasuk partai tunda melawan Livorno). Hal ini tentu sangat menguntungkan mengingat Milan akan menjalani 6 partai kandang dan 5 partai tandang dalam lanjutan Liga Italia. Selain itu, Milan mampu meraih 10 poin lebih bnyak disbanding Fiorentina yang hanya mampu meraih 10 poin sejak paruh kedua dimulai. Jika menilik lawan yang akan mereka hadapi, uniknya mereka sama-sama menghadapi Sampdoria, Torino, Cagliari, Inter, Reggina, Napoli, dan Udinese. Disini Milan lebih beruntung karena Milan mampu memetik 19 poin dibanding Fiorentina yang hanya meraih 11 poin dari mereka pada paruh pertama. Selain itu, pasca kegagalan Milan lolos ke babak Perempat Final Liga Champions, bisa dipastikan konsentrasi para punggawa Milan lebih terfokus dibanding Fiorentina yang masih harus berjuang di Piala UEFA meskipun pemain Milan banyak yang cedera dan lebih tua jika dibanding Fiorentina. Namun disinilah peran pemain tua sangat dibutuhkan karena pada akhir-akhir kompetis seperti ini, pengalaman dan mentallah yang dibutuhkan . Ada satu hal yang patut dicermati, pada musim lalu ketika Milan mampu bangkit dan meraih posisi ke 4, ada seorang pemain yang mampu menjadi pahlawan yaitu Ronaldo. Pada musim ini, sosok Ronaldo sepertinya telah ada pada diri Alexander Pato. Uniknya mereka sama-sama berstatus striker dan baru bermain pada paruh kedua. Tentu saja para Milanisti berharap Pato mampu berbuat seperti apa yang dilakukan Ronaldo pada musim lalu. Memang semua prediksi dan fakta diatas lebih banyak mengunggulkan Milan. Namun, sepak bola bukanlah Matematika dan di sepak bola semua hal masih bisa terjadi termasuk kegagalan Milan melaju ke Liga Champions musim depan yang akan menjadi sejarah kelam bagi Milan. Kita ikuti saja kiprah Milan sambil menantikan apa yang akan terjadi pada Milan di akhir musim. Apakah mereka mampu berbuat seperti musim lalu ataukah mereka malah mengikuti jejak Bayern Muchen?
Belum ada komentar.
NOT (LIKE) BAYERN
AC Milan, klub yang pada beberapa bulan yang lalu
dinobatkan menjadi klub terbaik di dunia, kini
posisinya bagaikan telur diujung tanduk. Pasalnya
sampai saat ini Milan belum memastikan diri menjadi
peserta Liga Champions pada musim depan setelah
posisinya di klasemen sementara masih di peringkat 5.
Sungguh menjadi suatu ironi jika pada akhirnya Milan
tak mampu lolos ke Liga Champions mengingat bahwa Liga
Champions merupakan habitat Milan.
Ada banyak kontrofersi mengenai peluang Milan untuk
lolos ke Liga Champions musim depan. Namun jika
melihat jadwal 11 partai sisa kedepan, sesungguhnya
Milan tidklah diuntungkan. Selai Roma yang harus
dihadapi pada pekan ini, masih ada Juventus (pekan 33)
dan Inter (pekan 36) yang menghadang mereka. Apalagi
Milan hanya mampu mencuri 1 poin dari mereka pada
paruh pertama. Bandingkan dengan Fiorentina yang hanya
akan menghadapi Inter (pekan 33).
Ada fakta menarik mengenai Milan, jika pada paruh
pertama Milan begitu inferior ketika bermain di San
Siro, namun sejak pekan ke 18 Milan mulai menunjukkan
tajinya. Faktanya sejak mampu mengalahkan Napoli 5-2
di kandang sendiri, Milan mampu menang 3 kali, seri 2
kali, dan tidak pernah kalah (termasuk partai tunda
melawan Livorno). Hal ini tentu sangat menguntungkan
mengingat Milan akan menjalani 6 partai kandang dan 5
partai tandang dalam lanjutan Liga Italia. Selain itu,
Milan mampu meraih 10 poin lebih bnyak disbanding
Fiorentina yang hanya mampu meraih 10 poin sejak paruh
kedua dimulai.
Jika menilik lawan yang akan mereka hadapi, uniknya
mereka sama-sama menghadapi Sampdoria, Torino,
Cagliari, Inter, Reggina, Napoli, dan Udinese. Disini
Milan lebih beruntung karena Milan mampu memetik 19
poin dibanding Fiorentina yang hanya meraih 11 poin
dari mereka pada paruh pertama. Selain itu, pasca
kegagalan Milan lolos ke babak Perempat Final Liga
Champions, bisa dipastikan konsentrasi para punggawa
Milan lebih terfokus dibanding Fiorentina yang masih
harus berjuang di Piala UEFA meskipun pemain Milan
banyak yang cedera dan lebih tua jika dibanding
Fiorentina. Namun disinilah peran pemain tua sangat
dibutuhkan karena pada akhir-akhir kompetis seperti
ini, pengalaman dan mentallah yang dibutuhkan .
Ada satu hal yang patut dicermati, pada musim lalu
ketika Milan mampu bangkit dan meraih posisi ke 4, ada
seorang pemain yang mampu menjadi pahlawan yaitu
Ronaldo. Pada musim ini, sosok Ronaldo sepertinya
telah ada pada diri Alexander Pato. Uniknya mereka
sama-sama berstatus striker dan baru bermain pada
paruh kedua. Tentu saja para Milanisti berharap Pato
mampu berbuat seperti apa yang dilakukan Ronaldo pada
musim lalu.
Memang semua prediksi dan fakta diatas lebih banyak
mengunggulkan Milan. Namun, sepak bola bukanlah
Matematika dan di sepak bola semua hal masih bisa
terjadi termasuk kegagalan Milan melaju ke Liga
Champions musim depan yang akan menjadi sejarah kelam
bagi Milan. Kita ikuti saja kiprah Milan sambil
menantikan apa yang akan terjadi pada Milan di akhir
musim. Apakah mereka mampu berbuat seperti musim lalu
ataukah mereka malah mengikuti jejak Bayern Muchen?
