STOP BLAME TAYLOR!

Sabtu, 23 Februari 2008, mungkin akan menjadi hari
yang paling kelam bagi Eduardo da Silva. Untuk waktu
yang lama, ia harus melupakan mimpinya untuk bermain
bersama Arsenal dan membela Keoasia dalam gelaran
Piala Eropa 2008. Penyebabnya tentu saja cedera parah
yang dialaminya setelah mendapat tekel yang berbahaya
dari kapten Birmingham City, Martin Taylor.
Namun, kita lupa kalau hari itu juga akan menjadi hari
yang palimg kelam bagi Taylor. Don’t Blame Someone
Easily. Saya yakin tidak ada satu pemain sepakbola
manapun yang berniat untuk mencederai lawan apalagi
sampai parah. Begitu juga dengan Taylor, ia tidak
pernah menyangka kalau tekel yang ia lakukan akan
berakibat fatal.
Banyak orang yang menghujat Taylor dan berharap FA mau
untk memberi sanksi yamg berat. Namin sesungguhnya
tanpa kita sadari, kalau ia telah menerima hukuman
yang paling berat yang pernah ada di dunia yaitu rasa
bersalah. Mungkin sejak malam itu, ia tidak akan bisa
tidur nyenyak lagi karena dihantui rasa bersalah
sembari berfikir mengapa ia bisa melakukan hal itu.
So, daripada menghujat Taylor, lebih baik kita
sama-sama berdoa demi kesembuhan Eduardo.
Belum ada komentar.
