TAWURAN…UGH…CAPEK DEEH!!!

Lagu lama (kerusuhan suporter) kembali terdengar. Padahal baru beberapa hari yang lalu kita dibuai dengan indahnya ikatan persaudaraan antar suporter di ajang semifinal Copa Indonesia. Dan untuk kesekian kalinya kerusuhan suporter mencoreng wajah sepak bola Indonesia apalagi peristiwa tersebut telah tersiar ke berbagai negara.
Sebenarnya kalo mencari siapa yang paling bersalah, maka semua pihak baik suporter, wasit, pemain, panpel, atau pihak keamanan juga dapat dinyatakan bersalah. Namun alangkah lebih baik jika kita lebih memperhatikan nasib Stadion Brawijaya. Janganlah kita disibukkan oleh permasalahan siapa yang bermasalah karena itu semua tidak akan mengubah apa yang telah terjadi.
Lihatlah Stadion Brawijaya sekarang, tanpa gawang, lampu stadion yang pecah, kaca ruangan pecah, bench pemain rusak, tempat duduk penonton yang amburadul, rumput lapangan yang sudah tidak layak, dan kerusakan yang lainnya yang menelan biaya perbaikan lebih dari 1 milyar. Belum lagi kerusakan di luar stadion yang cukup memprihatikan. Lalu sipakah yang akan menanggungnya. Itulah yang seharusnya dipikirkan oleh kita semua khususnya PSSI.
Semoga saja peristiwa yang sangat kelam tersebut menjadi yang terakhir kali dalam sejarah sepak bola Indonesia. Bravo Sepakbola Indonesia.

betul..apa sich manfaatnya.dan dampaknya orang2 yg gak bersalah juga.